PARTNERSHIP SMA BATIK 1 SURAKARTA & THAILAND

Partnership with Thailand Schools.

SMA Batik 1 Surakarta menjadi salah satu peserta dalam partnership sekolah Thailand dan Indonesia pada hari Senin, 23 Mei 2016. Kegiatan ini difasilitasi SEAMEO yang bertempat di Bangkok. SMA Batik 1 Surakarta menjadi partnership dengan Patumkongka School (920 Sukhumvit Road, Phra Kanong Khlong Toei District, Bangkok 10110) dan Thewphaingarm School (1001 Soi Charunsanitwong 46 Bangplad, Bangkok 10700). Kegiatan awal partnership melalui Coordination Indo-Thai Project melalui EDMODO terkait dengan Bahasa dan Budaya terutama makanan dan musik. Harapannya kegiatan ini akn berlanjut sampai pada pertukaran pelajar dan guru. Salam pembelajaran digital.

partnership_1 partnership_2 partnership_3 partnership_4 partnership_5

LATIHAN SOAL UAS GENAP TAHUN 2016

  1. Sebutkan perbedaan tumbuhan lumut dan paku !
  2. Bagaimana skema metagenesis tumbuhan lumut !
  3. Bagaimana skema metagenesis tumbuhan paku heterospora !
  4. Jelaskan perbedaan antara monokotil dan dikotil !
  5. Jelaskan perbedaan proses pembuahan tunggal dan pembuahan ganda !
  6. Sebutkan manfaat dari tumbuhan monokotil dan dikotil !
  7. Sebutkan anggota kelompok hewan Invertebrata dan vertebrata !
  8. Jelaskan ciri khas dari kelompok Animalia !
  9. Jelaskan 3 tipe saluran air dari Porifera !
  10. Sebutkan manfaat dari Porifera !
  11. Jelaskan cara reproduksi dari Aurelia aurita !
  12. Jelaskan cara reproduksi dari Obelia !
  13. Jelaskan cara reproduksi dari Fasciola hepatica !
  14. Jelaskan cara reproduksi dari Taenia solium !
  15. Sebutkan nama, peran, habitat dan inang serta penyakit dari kelompok cacing Nemathelminthes !
  16. Jelaskan perbedaan dari 3 kelompok Annelida !
  17. Bagaimana cara pembuatan mutiara secara alami dan buatan !
  18. Jelaskan perbedaan dari 5 kelompok Arthropoda !
  19. Jelaskan perbedaan dari 5 kelompok Echinodermata !
  20. Jelaskan perbedaan dari 5 kelompok Vertebrata !
  21. Jelaskan perbedaan komunitas dan ekosistem?
  22. Sebutkan satu contoh interaksi antar komponen biotik dan berikan penjelasnnya?
  23. Jelaskan Fenomena Wabah Ulat Bulu terkait interaksi antar mahluk hidup dan rantai makanan ?
  24. Bedakan tingkat trofik dalam ekosistem?
  25. Bagaimana skema jumlah organisme terkait dengan keseimbangan ekosistem?
  26. Buatlah Piramida Ekologi dengan penjelasannya !
  27. Jelaskan Daur Karbon dan Oksigen !
  28. Jelaskan Daur Nitrogen !
  29. Jelaskan perbedaan polutan dan polusi !
  30. Sebutkan parameter polusi berdasar biologi, kimia dan fisika !
  31. Bagaimana proses dan dampak efek rumah kaca / pemanasan global !
  32. Bagaimana hujan terjadi dan dampak bagi kehidupan !
  33. Bagaimana cara mencegak terjadinya polusi bagi kehidupan !

Animalia

classification

Dunia hewan (Kingdom Animalia) merupakan dunia yang paling beragam dibandingkan dengan keempat dunia lainnya. Semua makhluk hidup yang termasuk ke dalam kingdom Animalia merupakan organisme yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Merupakan mkhluk hidup yang eukariotik dan multiseluler
  2. Merupakan makhluk hidup heterotropik yang mendapatkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh dari makhluk hidup lainnya.
  3. Pada umumnya bereproduksi secara seksual, walaupun ada juga yang tidak.
  4. Sel hewan tidak mempunyai dinding sel seperti halnya sel tumbuhan.
  5. Pada beberapa fase dalam hidupnya bersifat motil walaupun hewan spon merupakan hewan yang diam tetapi pada fase larva dapat berenang bebas.
  6. Mempunyai kemampuan merespon stimulus dari lingkungan secara cepat.

Materi Animalia bisa download disini MODUL III Animalia (1)

Presentasi Keanekaragaman Hayati_2

download disini 6.Binomial_sutana okKH_1

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Bentuk upaya pelestarian Keanekaragaman hayati antara lain :

1.  Perlindungan Alam Ketat

Merupakan perlindungan alam yang dilakukan dengan cara membiarkan alam tanpa campur tangan manusia, kecuali jika diperlukan. Bertujuan : untuk penelitian dan kepentingan ilmiah lainnya.

Contoh : Perlindungan Alam di Ujung Kulon

2.   Perlindungan Alam Terbimbing

Merupakan perlindungan yang dilakukan melalui pembinaan dan bimbingan langsung oleh para ahli.

Contoh : Kebun Raya Bogor

3.    Pelestarian secara IN-SITU  dan  EX-SITU

  • Pelestarian IN-SITU adalah pelestarian yang dilakukan pada habitat asli tumbuhan atau hewan itu berada. Pelestarian ini bisa berupa cagar alam, taman nasional,  dan hutan lindung.

Contoh : Pelestarian komodo di pulau Komodo, Anoa di Sulawesi utara, Badak bercula satu di Ujung kulon, kasuari-cendrawasih di Papua, Rafflesia arnoldi di Bengkulu

  • Pelestarian EX-SITU adalah pelestarian yang dilakukan dengan memindahkan hewan atau tumbuhan dari habitat asli ke tempat lainnya. Pelestarian ini bisa berupa pelestarian di kebun plasma nutfah, kebun botani, kebun binatang.

Contoh : Pelestarian Komodo di Kebun binatang Gembiroloka, Pelestarian pohon Matoa di Kebun raya Bogor.

4.   Perlindungan melalui Konservasi

Konservasi merupakan bentuk usaha pelestarian yang dilakukan oleh pemerintah, berupa :

a.   Cagar Alam

Cagar alam adalah kawasan suaka alam yang memiliki tumbuhan, hewan, dan ekosistem yang khas sehingga perlu dilindungi.

Sesuai dengan fungsinya dapat dimanfaatkan untuk penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dn budidaya.

Contoh :

  • Cagar Alam Darat : Lembah Anai (Sumbar), Gunung Papandayan (Jabar), Bukit Sapung Hawung (Kalteng), Morowati (Sulteng), Enarotali (Papua).
  • Cagar Alam Laut  : Pulau Anak Krakatau (Lampung), Kepulauan Karimata (Kalbar), Kepulauan Aru (Maluku).

Di Indonesia terdapat ± 237 cagar alam ( 228 cagar alam darat dan 9 cagar alam laut).

b.   Suaka Margasatwa

adalah kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa   keanekaragaman dan keunikan  jenis satwa (hewan) yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

Contoh :

  • Suaka Margasatwa Darat : Rawa Singkit (Aceh), Muara Angke     (DKI Jakarta), Lamandau (Kalteng), Buton (Sulteng), Tanimbar (Maluku).
  • Suaka Margasatwa Laut  : Foja (Papua), Pulau Kassa (Maluku), Kepulauan Panjang (Papua).

Di Indonesia terdapat 228 Suaka Margasatwa darat dan 9 Suaka Margasatwa laut.

c.    Taman Nasional

adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi.

Manfaat : tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan,    budidaya, pariwisata, dan taman rekreasi.

Contoh :

  • Taman nasional Darat : Gunung Leuser (Sumut dan Aceh), Kerinci Seblat (Sumbar, jambi, Sumsel, Bengkulu), Ujung Kulon (Banten), Meru Betiri (Jatim), Tanjung Putting (Kalteng).
  • Taman nasional Laut : Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Komodo (NTT), Bunaken (Sulut).

Di Indonesia terdapat 42 Taman Nasional darat dan 8 Taman Nasional laut.

d.   Hutan Wisata

kawasan hutan yang karena keadaan dan sifat wilayahnya perlu dibina dan dipertahankan sebagai hutan, yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan pendidikan, konservasi alam, dan rekreasi.

Contoh : hutan wisata Pangandaran

e.    Taman laut

merupakan wilayah lautan yang mempunyai ciri khas berupa keindahan alam yang ditunjuk sebagai kawasan konservasi alam, yang diperuntukkan guna melindungi plasma nutfah lautan.

Contoh : Bunaken di Sulawesi Utara.

f.    Hutan lindung

kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk tujuan melindungi lahan agar  tidak tererosi dan untuk mengatur tata air.

Contoh: Gunung Gede Pangrango

g.   Kebun Raya

adalah kumpulan tumbuh-tumbuhan di suatu tempat, dan tumbuh-tumbuhan tersebut berasal dari berbagai daerah yang ditanam untuk tujuan konservasi ex situ, ilmu pengetahuan, dan rekreasi, contoh: Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi

Presentasi hari ini 11/9/2015 di kelas download disini 6.Binomial_sutana ok

sumber: https://aslam02.wordpress.com/materi/kelas-x-2/keanekaragaman-hayati/upaya-pelestarian-kh/

Metode Ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah

Kata metode berasal dari bahasa Yunani methodos yang merupakan gabungan dari kata depan meta (menuju, melalui, mengikuti) dan kata benda hodos (jalan, cara, arah). Metode ilmiah berarti cara bertindak menurut sistem aturan tertentu.

Menurut Almadk (1939), metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan, dan penjelasan kebenaran. Ostle (1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh suatu interelasi. Sedangkan menurut Suastra, I Wayan (2005) menyatakan bahwa metode ilmiah adalah cara dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah, yang merupakan sintesis antara berpikir rasional dan bertumpu pada data empiris.

Jadi metode ilmiah adalah suatu cara yang digunakan untuk mendapatkan informasi-informasi (fakta-fakta) tentang berbagai fenomena alam dan kehidupan yang disusun secara sistematis, objektif dan logis.

Tahapan Metode Ilmiah

1)      Observasi atau Pengamatan

Penelitian ilmiah biasanya dimulai dengan observasi dari sebuah kejadian yang tidak dapat dijelaskan dan kejadiannya berulang-ulang. Semua informasi yang diperoleh melalui hasil observasi dari suatu kejadian disebut petunjuk empiris.

2)       Perumusan masalah

Perumusan masalah bertujuan untuk memperjelas luas masalah yang dibahas. Masalah yang dijelaskan diformulasikan dalam sebuah rumusan masalah dan umumnya rumusan masalah berkenaan dengan pertanyaan apa, bagaimana, kapan, dimana, siapa, dan mengapa masalah tersebut yang diteliti.

3)      Penyusunan kerangka berpikir

Kerangka berpikir merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling terkait dan membentuk kostelasi permasalahan, yang disusun secara rasionil berdasarkan premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya.

4)      Pengajuan hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan. Hipotesis digali dari penelusuran referensi teoritis dan mengkaji hasil-hasil penelitian sebelumnya. Hipotesis ada dua macam, yaitu hipotesis alternatif, yaitu hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh dari variabel manipulasi terhadap respons dan hipotesis nol, yaitu hipotesis yang menyatakan tidak adanya pengaruh antara variabel manipulasi terhadap variabel respons.

5)      Prediksi atau Peramalan

Prediksi merupakan tindakan untuk membuat ramalan atau proyeksi mengenai peristiwa-peristiwa yang akan terjadi atau gejala-gejala yang akan muncul dari kegiatan ilmiah yang  dilakukan.

6)      Pengujian hipotesis atau Eksperimen

Eksperimen adalah usaha sistematis yang dilakukan oleh saintis yang sengaja dibuat dan diatur untuk membuat memperoleh petunjuk empiris yang sahihdan reliable (terpecaya), namun sebelum bereksperimen, seorang saintis terlebih dahulu perlu menyusun perencanaan tentang eksperimen yang dilakukan.

7)      Penarikan kesimpulan.

Penarikan kesimpulan merupakan penilaian yang diterima atau tidaknya sebuat hipotesis. Dalam membuat kesimpulan seorang peneliti harus lepas dari unsur subjektif dan tetap berpedoman pada pandangan objektif yang berdasar pada hasil penelitian. Kesimpulan yang diperoleh dapat bersifat mendukung hipotesis maupun menolak hipotesis.

Jika beberapa hasil penelitan tetap memberikan dukungan kepada hipotesis, maka hipotesis terangkat lebih tinggi menjadi suatu teori. Jika pengujian terhadap teori tersebut tidak terbantah , maka teori akan menjadi suatu hukum ilmiah.

8)      Publikasi

Suatu temuan tidak akan ada artinya jika temuan yang diperoleh tidak dikomunikasikan ke masyarakat ilmiah. Baberapa bentuk komunikasi ilkiah yang dilakukan adalah berupa laporan ilmiah maupun seminar ilmiah.

 

Contoh Laporan Penelitian contoh penelitian

Cabang Biologi

Cabang-cabang biologi adalah ilmu-ilmu yang dikembangkan dari bidang biologi. Biologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk makhluk hidup.

Cabang-cabang biologi:

Nama cabang Keterangan
Anatomi Ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian struktur tubuh dalam makhluk hidup
Agronomi Ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya
Andrologi Ilmu yang mempelajari tentang macam hormon dan kelainan reproduksi pria
Algologi Ilmu yang mempelajari tentang alga/ganggang
Botani ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
Bakteriologi Ilmu yang mempelajari tentang bakteri
Biologi molekuler Ilmu yang mempelajari tentang kajian biologi pada tingkat molekul
Bioteknologi Ilmu yang mempelajari tentang penggunaan penerapan proses biologi secara terpadu yang meliputi proses biokimia, mikrobiologi, rekayasa kimia untuk bahan pangan dan peningkatan kesejahteraan manusia.
Bryologi ilmu yang mempelajari tentang lumut
Dendrologi ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya, seperti liana
Ekologi Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan
Embriologi Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
Entomologi Ilmu yang mempelajari tentang serangga
Enzimologi ilmu yang mempelajari tentang enzim
Evolusi Ilmu yang mempelajari tentang perubahan struktur tubuh makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama
Epidemiologi Ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit
Eugenetika Ilmu yang mempelajari tentang hukum pewarisan sifat
Endokrinologi Ilmu yang mempelajari tentang hormon
Fisiologi Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
Fisioterapi Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadap penderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
Farmakologi Ilmu yang mempelajari tentang obat-obatan
Genetika ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
Histologi Ilmu yang mempelajari tentang jaringan
Hematologi Ilmu yang mempelajari tentang darah
Higiene Ilmu yang mempelajari tentang pemeliharaan kesehatan makhluk hidup
Harpetologi ilmu yang mempelajari reptilia/ular
Imunologi Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh
Ichtiologi Ilmu yang mempelajari tentang ikan
Kardiologi ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
Karsinologi Ilmu yang mempelajari tentang crustacea
Klimatologi Ilmu yang mempelajari tentang iklim
Limnologi Ilmu yang mempelajari tentang perairan mengalir
Mamologi ilmu yang mempelajari tentang mammalia
Mikologi ilmu yang mempelajari tentang jamur
Mikrobiologi Ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme
Malakologi Ilmu yang mempelajari tentang moluska
Morfologi Ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luarorganisme
Neurologi Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem saraf
Nematologi ilmu yang mempelajari tentang nematoda
Organologi Ilmu yang mempelajari tentang organ
Onkologi ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
Onthogeni Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari zigot menjadi dewasa
Ornitologi Ilmu yang mempelajari tentang burung
Phylogeni Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup
Patologi Ilmu yang mempelajari tentang penyakit dan pengaruhnya bagi manusia
Palaentologi Ilmu yang mempelajari tentang fosil
Paleobotani ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
Paleozoologi ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
Parasitologi Ilmu yang mempelajari tentang makhluk parasit
Protozoologi Ilmu yang mempelajari tentang Protozoa
Primatologi ilmu yang mempelajari tentang primata
Pulmonologi ilmu yang mempelajari tentang paru-paru
Radiologi ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik
Rekayasa Genetika ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetik
Sanitasi Ilmu yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan
Sitologi Ilmu yang mempelajari tentang sel
Taksonomi Ilmu yang mempelajari tentang penggolongan makhluk hidup
Teratologi Ilmu yang mempelajari tentang cacat janin dalam kandungan
Virologi Ilmu yang mempelajari tentang virus
zoologi Ilmu yang mempelajari tentang hewan

Pelaksanaan UN tahun 2016

Jakarta, Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyelenggarakan tiga ujian nasional (UN) di tahun 2016. UN pertama merupakan ujian perbaikan bagi peserta UN tahun 2015 yang belum memenuhi standar kompetensi lulusan (SKL) pada satu atau lebih mata pelajaran, dan berkeinginan memperbaikinya. UN kedua, merupakan ujian utama tahun 2016 dengan kisi-kisi baru, dan UN ketiga merupakan perbaikan bagi peserta UN tahun 2016.
Rencana ujian nasional tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Suprayitno, pada rapat koordinasi Mendikbud dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala LPMP, dan Kepala P4TK seluruh Indonesia, Jumat (10/07/2015) di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut Totok menyebutkan tanggal-tanggal penting untuk pelaksanaan ketiga UN tersebut. UN pertama yang dijadwalkan adalah UN perbaikan 2015 yang akan dilaksanakan pada 22 Februari 2016. Untuk UN utama 2016 akan dilaksanakan mulai 4 April, dan UN perbaikan tahun 2016 akan dilaksanakan awal Juni/September.
Untuk materi ujian, kata Totok, disesuaikan dengan jenis UN. UN perbaikan tahun 2015 materi ujiannya sesuai dengan kisi-kisi UN 2015. Untuk UN utama 2016 materi ujiannya ada tiga, yaitu irisan kurikulum KTSP dan K13, Kisi-kisi UN yang dikeluarkan BSNP (bersifat makro), dan sesuai dengan ketuntasan kurikulum. “Sedangkan untuk UN perbaikan 2016, materinya sama dengan UN utama 2016,” tuturnya.
Dari sisi pelaksanaan, Totok menjelaskan, UN perbaikan 2015 akan dilakukan dengan berbasis komputer. Ujian akan dilaksanakan di SMA/SMK di domisili siswa saat ini dan siswa dapat mendaftar secara online ke dinas provinsi. Untuk UN utama di 2016 akan dilaksanakan di sekolah masing-masing dengan berbasis kertas dan komputer. Sedangkan untuk UN perbaikan 2016, mekanismenya sama dengan UN perbaikan 2015, yaitu berbasis komputer dan pendaftaran dilakukan secara online di dinas provinsi.
sumber : http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/4364

Struktur DNA

DNA-struktur1

HUT Republik Indonesia ke 69

spanduk-hut-ri